Antara cara melapangkan dada dan menghapus kesusahan adalah dengan bermusafir menuju desa ke desa, menempuh wilayah baru, melawat kota dan mengamati alam yang terbentang luas. Berjalan mengembara di muka bumi Allah ini boleh memberikan keinsafan kepada diri tentang kehebatan dan keagungan Allah. Hal ini dapat kita bina dalam diri dengan menyaksikan keagungan dan kekuatan yang digunakan untuk menuliskan ayat-ayat yang begitu indah di lembaran-lembaran alam. Saksikan kebun-kebun yang begitu indah dan taman-taman yang anggun serta kehebatan ciptaan yang melata di muka bumi ini dengan hati yang sentiasa menginsafi hakikat kejadian kita sebagai hambaNya.
Keluarlah dari rumah anda dan amatilah apa yang ada di sekeliling anda, di depan dan di belakang anda. Dakilah gunung-gunung, turunilah lembah-lembah, panjatlah pepohonan, teguklah air yang jernih dan letakkanlah hidung anda di pepohonan yang wangi. Saat itu juga anda akan merasakan roh berterbangan bagaikan burung yang bernyanyi gembira. Keluarlah dari rumah anda, singkaplah tabir hitam yang menutup kedua mata anda dan kemudian berjalanlah di muka bumi Allah yang sangat luas ini seraya berzikir dan bertasbih.
Menyendiri di ruangan yang sempit dengan kekosongan jiwa merupakan cara ampuh untuk bunuh diri. Kamar anda bukanlah alam dan anda bukanlah manusia yang lain. Kenapa anda membiarkan diri anda berenang dalam lautan kesedihan. Bukalah mata, pendengaran dan hati anda. Biarkan segalanya mencicip keagungan ciptaan Illahi ini. Mudah-mudahan ia boleh meneguhkan lagi tugu keimanan dan benteng ketaqwaan di dalam diri kita. Lantas ia akan mendekatkan lagi kita kepada Allah, lewat kembara kita dalam mencari keredhaanNya. Firman Allah:"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat" (Taubah: 41).
Lantunkanlah ayat-ayat Al-Quran di sepanjang perjalanan anda, antara burung-burung yang menyanyikan lagi cinta dan air yang menceritakan kisah perjalanannya dari anak bukit. Biarkan ayat-ayat suci itu menjadi irama indah yang mengiringi setiap jejak katih perjalanan kita.
Melalui perjalanan di hamparan bumi ini merupakan wasiat para doktor terhadap orang-orang yang mengalami tekanan jiwa dan orang yang merasa ruangan yang dihuninya begitu sempit. Maka marilah kita melakukan perjalanan agar kita bahagia, berfikir dan mentadabburi firman Allah bermaksud:"Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):"Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka",(Al-Imran: 191).
Saturday, May 22, 2010
katakanlah: "BERJALANLAH di MUKA BUMI..."
Posted by syurgafirdausi at 3:24 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment